Dad...so many images come to mind
whenever I speak your name;
It seems without you in my life
things have never been the same.
What happened to those lazy days
when I was just a child;
When my life was consumed in you
in your love, and in your smile.
What happened to all those times
when I always looked to you;
No matter what happened in my life
you could make my gray skies blue.
Dad, some days I hear your voice
and turn to see your face;
Yet in my turning...it seems
the sound has been erased.
Dad, who will I turn to for answers
when life does not make sense;
Who will be there to hold me close
when the pieces just don't fit.
Oh, Dad, if I could turn back time
and once more hear your voice;
I'd tell you that out of all the dads
you would still be my choice.
Please always know I love you
and no one can take your place;
Years may come and go
but your memory will never be erased.
Today, Jesus, as You are listening
in your home above;
Would you go and find my dad
and give him all my love.
written by : Judy Burnette
Dad
Menangisku
Menjelang senja di antara hutan rindu
Menangis dalam nestapa panjang yg tak bertepi
Menjelang senja diantara keraguan mimpi
Menangis dalam derita hampa tanpa seseorang tercinta
Berjalan mengarungi seribu kenangan yang telah terlewati
Menjelajah hati bersama kebersemaan yg telah terenda indah
Menyusuri tepian jalanan yg terlewati bersamamu
Indah dan tak akan pernah terlupakan semua itu
Namun saat semua telah berlalu mengapa kau mesti menjauh
Dalam setiap sudut waktu dan kusut mata indahku
Kau seakan telah berlalu bersama rangkain alur waktu
Tanpa kau tau betapa semua itu membuat aku kian tersudut
Dalam penantian panjang yg seakan tak pernah bertepi...
by.ersa pranandita
Saat Indah Mengenangmu
Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak
meniti sebuah perjalanan panjang tentang sebuah rasa yang tertinggal
pada relung hati dimana sunyi bersemayam bersama rindu
“Kadangkala,” katamu,”pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama angin
senantiasa ada harap disana untuk menghampirimu di suatu ketika
sembari bercerita tentang janji, obsesi memiliki juga cinta”
Ah, belahan jiwaku,
Pesonamu selalu memercik pada riuh rendah pundak Malioboro,
denting syahdu gamelan, warna coklat tua gudeg yang nikmat,
gemulai penari keraton, pepohonan rindang di Bulaksumur dan
keramaian pasar Beringharjo.
Kamu ada, bersama segala keindahan yang menyertai
gigil kangen saat angin lembut yang membawa sajakmu
menerpa kalbu, perlahan, saat mengenangmu, saat mengingatmu
